VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN PERUSAHAAN
A. Pengertian Visi dan Misi
Sebuah usaha tanpa visi dan misi tak ubahnya berjalan tanpa tujuan dan peta. Kita tidak tahu kemana akan melangkah. Setelah kita mengetahui tujuan perjalanan kita, hal yang kita butuhkan berikutnya adalah peta. Arah ini tidak ubahnya adalah visi. Dengan adanya arah yang jelas hendak kemana, kita akan mampu tiba di tempat tujuan. Sedangkan Peta Adalah gambaran bagaimana kita mencapai tujuan itu, atau “misi”.
Pandangan atau wawasan ke depan menganai hal-hal yang ingin dicapai oleh suatu organisasi usaha.
· Kemampuan untuk melihat pada inti persoalan.
· Pandangan atau wawasan ke depan.
· Kemampuan untuk merasakan sesuatu yang tidak tampak melalui kehalusan jiwa dan ketajaman penglihatan.
· Apa yang tampak dalam khayalan.
· Penglihatan dan Pengamatan.
Dalam visi organisasi tersebut, kita mampu melihat gambaran masa depan yang akan dipilih dan diwujudkan oleh suatu Usaha. Bila sebuah usaha dibina dengan baik, maka usaha itu dapat tumbuh dan berkembang seperti yang diinginkan.Namun sebelum itu,seorang wirausaha harus mampu menata visi mengenai apa yang dia emban dalam membuka dan membangun usaha. Sebuah visi perlu dirumuskan. Rumusan itu antara lain bertujuan untuk:
1. Mencerminkan cita-cita yang akan dicapai,
2. Memiliki Orientasi masa depan perusahaan,
3. Menimbulkan komitmen tinggi dari seluruh jajaran dan lingkungan perusahaan,
4. Memberikan arah dan focus strategi perusahaan yang jelas, Dan
5. Menjaga kesinambungan kepemimpinan perusahaan.
Visi adalah pendangan jauh ke depan/ arah ke mana usaha ini akan melangkah.
Misi adalah kegiatan untuk mencapai sasaran/ target yang dilakukan untuk mewujudkan visi dan mencapai tujuan.
Dalam buku Entrepreneurship,karangan Peggy Lambing dan Charles R Kuehl, misi dijabarkan lebih lengkap lagi yaitu:
“ Yaitu pernyataan ringkas dan jelas yang berisi penjelasan mengenai tujuan bisnis dan fisolofi yang dijalankan manajemen.Menurut para ahli, pernyataan misi sebaiknya tak lebih dari 50 kata. Agar wirausaha semakin focus”
· Visi dan Misi pribadi
Visi dan misi sebuah organisasi usaha umumnya terkait erat dengan filsafat dan pandangan hidup sang wirausaha. Sehubungan dengan itu, seorang wirausahawan harus dapat merumuskan beberapa hal sebelum mampu memaparkan visi dan misi dengan utuh. Untuk merumuskan ini, Stephen R. Covey memiliki metode menarik. Ia meminta kita membayangkan hari kematian kita. Pada hari itu, semua orang berkumpul. Mereka masing- masing diberi giliran untuk mengenang kita. Pernyataan visi dan misi pribadi harus di fokuskan pada tiga hal, yakni gambaran manusia yang kau inginkan (karakter), cita-cita (kontribusi dan keberhasilan) serta nilai hidupmu. Visi pribadi menggambarkan lebih spesifik bagaimana kita akan menjalankan hidup. Menggunakan visi pribadi, kita bisa menciptakan tujuan-tujuan yang lebih jelas pada hidup kita. Hal ini berlanjut di tingkat oranisasi usaha. Karena usaha memerlukan bantuan banyak pihak, sebuah misi yang baik adalah misi yang merupakan gabungan dan kolaborasi seluruh anggota.
Setiap pribadi yang terlibat dalam usaha harus memiliki bagian dari misi itu. Tidak hanya para pengambil keputusan, tetapi semua orang, termasuk satpam , penyapu, pembersih jendela, dsb. Setiap usaha akan jauh lebih kuat dan stabil apabila memiliki orang-orang dengan visi dan serupa, hal ini akan mengembangkan komitmen yang jauh lebih besar dari pada jika hanya kata-kata belaka. Dalam membangun visi dan misi perusahaaan yang kokoh, pertama dibutuhkan visi dan misi pribadi dari tiap karyawan. Dari sinilah, akan dilahirkan komitmen Tanpa adanya keterlibatan, tidak ada komitmen.
· Visi dan Misi organisasi usaha
Visi dan misi organisasi yang baik berawal dari pribadi tiap individu. Akan lebih mudah mengikuti visi dan misi yang dibangun bersama karena adanya rasa memiliki yang tinggi.
Ø Membangun visi dan organisasi usaha
Visi organisasi usaha tidak hanya rangkaian kata indah. Visi organisasi memiliki mana lebih jauh dari itu, yakni sebagai pandangan yang dimiliki seluruh anggota organisasi usaha. Untuk menentukan visi organisasi, wirausaha harus memiliki visi pribadi. Ia harus memiliki gambaran kemana ia melangkah, sebelum ia bisa mengarahkan anak buahnya. “Seorang pemimpin memiliki visi dan keyakinan bahwa sebuah mimpi dapat dicapai. Ia menjiwai kepemimpian dan bergairah menutasannya” Ralph Lauren “pengusaha dan perancang baju”
Untuk merumuskan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan visi suatu organisasi kita bisa menggunakan analisis SWOT (strength, weakness, opportuny dan threats), yakni menganalisi kekuatan dan kelemahan kita. Hal ini bisa dilakukan misalkan dengan menganalisis hal berikut.
a) Kekuatan orgaisasi usaha
Kelebihan apa yang dimiliki oleh organisasi usaha yang dijalankan. Kita harus mampu mendeskripskan dengan detail penawaran yang dilakukan, misalkan:
* Jenis produk:
Produk yang kita tawarkan bagaimana bentuk, ukuran, bahan, warna, berat, kegunaan, bungkus luar, dsb kita haru mengetahui apa keunggulannya
* Pelayanan:
Apa dan bagaimana pelayan apa yang diberikan, antar ke rumah, pelayanan personal, garansi uang embali, dijamintepat waktu, dsb.
* Hal-hal lain:
Apa keunggulan yang lain: harga yang lebih murah, letak usaha dekat pasar, dsb.
b) Peluang organisasi usaha
Bagaimana peluang yang dimiliki suatu organisasi usaha, baik secara internal maupun eksternal:
1 Umumnya bisnis yang masih kecil bisa menawarkan harga yang lebih murah. Hal ini dikarenakan mereka bisa menyewa tenaga kerja tanpa ketentuan UMP atau banyaknya ongkos yang bisa dipangkas. Harga murah bisa menjadi peluang yang menarik yang bisa ditawarkan dan perlu dipertimbangkan.
2 Apakah perbedaan produk dengan produk lain yang sudah ada? Peluang umumnya baik jika wirausaha bisa membuat diferensiasi produk (memberi ciri khas sebuah produk, missal dari bentuk bungkus, servis dll.)
c) Hambatan yang mungkin timbul.
Dalam membuat usaha baru, perlu diperhatikan pula hambatan yang bisa timbul. Hambatan ini penting diperhatikan dalam membuat visi dan misi semakin kuat. Hal- hal yang perlu di perhatikan antara lain:
- Bagaimana keberadaan pesaing lain.
Seorang wirausahawan baru wajib memiliki ide-ide yang menarik untuk menghadapi pesaing lain.
- Perilaku dan kebiasaan konsumen.
Konsumen umumnya memiliki kebiasaan untuk mengunjungi usaha yang sudah lama berdiri. Hal ini dapat berubah apabila seorang wirausahawan memutuskan memiliki kualitas yang lebih baik dari pesaingnya.
d) Kesiapsiagaan dalam mencapai sasaran.
Untuk membuat usaha, harus diperhatikan hal-hal yang bisa mengganggu perjalanan. Hal ini bisa berhubungan dengan factor eksternal maupun factor internal. Factor internal berhubungan dengan konflik antara anak buah atau pihak-pihak terkait maupun konflik dari pihak luar seperti penyedia bahan maupun konsumen.
e) Hubungan baik moral maupun materi dari pihak-pihak yang bisa membantu Dukungan atau koneksi dari segala pihak penting dalam merencanakan usaha. Karenanya kita harus mampu menjaga hubungan baik dengan semua pihak.
Jika sudah berhasil merumuskan kekuatan dan kelebihan usaha, coba rangkum hingga ringkas. Visi yang ringkas tapi bermakna akan lebih mudah dipahami baik orang-orang dari dalam usaha maupun masyarakat luas. Secara singkat, criteria membuat visi haruslah.
- Singkat dan mudah dipahami.
- Bermakna dan berwawasan luas.
- Merupakan prinsip atau pandangan hidup bagi si wirausaha maupun karyawannya.
- Menarik untuk dibaca, dilihat, dan didengar.
B. Pengertian Tujuan Perusahaan
Tujuan perusahaan merupakan penjabaran dari visi dan misi perusahaan. Tujuan perusahaan berisi sesuatu yang akan dicapai/dihasilkan oleh perusahaan yang bersangkutan. Tujuan perusahaan adalah target yang bersifat kuantitatif dan pencapaian target tersebut merupakan ukuran keberhasilan kinerja perusahaan. Tujuan perusahaan pada dasarnya berjangka panjang dengan tugas yang harus diselesaikan selama waktu itu dan akan mengarahkan kinerja perusahaan. Tujuan perusahaan yang tidak realistis, sangat sulit dicapai atau bahkan mungkin tidak dapat dicapai. Adapun penetapan tujuan perusahaan adalah :
a. Untuk mencapai keberhasilan usaha.
b. Mengatur dan membentuk kerja sama dengan perusahaan lainnya.
c. Untuk melakukan merger dengan masyarakat lain.
d. Mengundang orang-orang yang mempunyai keahlian untuk bekerja sama.
e. Menjamin adanya fokus tujuan dari berbagai persoalan yang ada di dalam perusahaan. Seorang wirausaha di dalam kegiatan usahanya harus dapat mewujudkan tujuan perusahaan sedikit demi sedikit dan tetap fokus pada pencapaian tujuan utama perusahaan.
C. Sasaran Perusahaan
Tujuan utama perusahaan dirinci atau dipecahkan menjadi tujuan yang lebih kecil yang disebut sasaran. Jadi, sasaran perusahaan adalah penjabaran dari tujuan perusahaan, yaitu sesuatu yang akan dihasilkan oleh perusahaan dalam jangka waktu tertentu. Agar sasaran dapat dicapai dengan efektif dan efisien, maka sarana perusahaan harus dibuat secara spesifik, terukur, jelas kriterianya, dan disertai indikator yang lebih rinci. Untuk memudahkan dalam menentukan sasaran usaha, sebaiknya perusahaan memiliki hal-hal berikut :
a) Sumber daya manusia
Perusahaan harus menentukan apakah pengetahuan dan keterampilan wirausahawan akan ditingkatkan sesuai dengan tuntutan zaman atau tidak.
b) Sumber daya keuangan
Perusahaan harus dapat menentukan hal berikut :
· Besarnya tingkat efisien mana yang akan dicapai.
· Berapa margin bersih yang dinginkan.
· Berapakah besarnya laba yang diharapkan.
· Berapa dana yang dibutuhkan untuk investasi.
c) Kemampuan menghasilkan laba
Laba bersih yang akan dicapai hendaknya bisa meningkatmelebihi indeks biaya hidup. Jika tidak demikian, maka wirausahawan akan ketinggalan dalam usahanya.
d) Kedudukan pasar
Wirausahawan harus bisa menentukan apakah perusahaannya mempunyai kedudukan di pasarnya sebagai penguasa pasar atau sebagai pengikut pasarnya saja.
e) Sarana kerja
Sarana kerja yang dimiliki dan telah digunakan dalam waktu lama akan diganti atau diperbaiki.
f) Pengembangan usaha
Seorang wirausahawan yang mengelola usahanya perlu meningkatkan penjualan, laba, aset, unit usaha, dan organisasi kerja
g ) Tanggung jawab
Wirausahawan harus mampu menjawab apakah usahanya semata-mata mencari keuntungan atau mempunyai tanggung jawab terhadap lingkungan. Sehingga, ia diterima oleh masyarakat sekitar.
Ø Misi Organisasi Usaha
Kegiatan yang dilakukan untuk mewujudkan visi, misi memiliki sasaran-sasaran yang memiliki jangka waktu yang lebih pendek ketimbang visi yang jauh kedepan.
Menurut Philip kotler, dibentuk oleh lima elemen:
– Sejarah tentang sasaran, kebijakan, dan keberhasilan
– Pilihan pemilik dan manajemen
– Lingkungan pasar yang mempengaruhi
– Sumber daya organisasi menentukan misi mana yang mungkin dijalankan
– Misi harus focus pada ciri kompetensinya
Sasaran-sasaran pada misi organisasi umumnya bersifat pada tataran departemen atau bagian. Kesatuan dan kinerja bersama antarbagian itu menyatu menjadi misi. Bagian yang perlu diperhatikan antara lain sebagi berikut:
– Sasaran yang ingin dicapai bagian pemasaran
– Sasaran yang ingin dicapai bagian operasi atau produksi
– Sasaran yang ingin dicapai SDM atau personalia
– Sasaran yang ingin dicapai bagian penelitian dan pengembangan
– Sasaran yang ingin dicapai bagian keuangan
Misi harus sesuai dengan visi yang terlebih dahulu sudah dibentuk. Misalkan visi sebuah perusahaan adalah “Kepuasan pelanggan adalah idola kami”. Maka pemasaran bisa memiliki misi untuk memberikan penawaran kepada pelanggan dengan pelayanan prima dan menjaga agar para konsumen selalu puas. Misalkan dengan memiliki layanan pengaduan, asuransi produk, dan lain sebagainya.
Sasaran yang harus dimiliki bagian operasional dan produksi missal menciptakan barang yang berkualitas tinggi sesuai selera konsumen. Barang itu missal harus nyaman dipegang dan tidak berbahaya bagi anak-anak. Produk juga bisa jadi ramah lingkungan, sesuai visi usaha yang mengidolakan kepuasan bagi pelanggan.
Bagian sumber daya manusia harus mampu menemukan pegawai yang berkualitas.Bagian penelitian dan pengembangan akan terus mengembangkan produk dan system yang kian hari bertambah baik sesuai selera pelanggan sasaran. Bagian keuangan selalu berupaya meningkatkan kinerja keuangan, baik peningkatan profitabilitas, menjaga likuiditas dan solvabilitas, pertumbuhan usaha serta nilai perusahaan agar kontinuitas usaha tetap terjamin.
Subscribe to:
Comments (Atom)
Manajerial
Bisnis menjadi salah satu bagian penting dalam peradaban. Pertumbuhan bisnis menjadi penopang pertumbuhan usaha. Keterlibatan manusia dalam...
No comments:
Post a Comment