Bisnis menjadi salah satu bagian penting dalam peradaban. Pertumbuhan bisnis menjadi penopang pertumbuhan usaha. Keterlibatan manusia dalam bisnis terjadi setiap saat dan setiap waktu, karena segala sesuatu yang menghasilkan ouput atau pun outcame bisa disebut dengan bisnis.
Benerapa hal yang
perlu diamati mengapa kita perlu belajar bisnis ?
Pendapatan
yang kita peroleh sehari-hari sebagai pekerja atau bekerja dalam suatu
lingkungan bisnis, menjadikan kita seorang yang berkarier di bidang itu. Pembelajaran
bisnis menjadi penting dalam mengoptimalisaikan diri saat terjun dalam bidang
ini.
2.
Wirausaha
Kegiatan
diluar bisnis formal salah satunya adalah wirausaha kecil, bidang ini tampak
remeh namun harus diakui bahwa sebagaian besar penduduk Indonesia masih dalam
posisi bisnsi wirausaha seperti ini. Bidang kegiatan yang ditekuni lambat laun
akan makin besar asalkan ditata dengan baik dan manajerial yang benar.
Dimungkinkan menjadi wirausaha yang formal dengan sistem bisnis yang baku dan
berdasarkan pada tingkatan undang-undang yang berlaku seperti Perseorangan,
firma, CV, dan PT.
Belajar
bisnis tidak selalu dimulai dari hulu ataupun hilir, metode pembelajaran banyak
dilakukan pada berbagai waktu dan tempat. Berbagai metode pun telah banyak
dikembangkan, diantaranya:
Sekolah
menjadi ujung tombak proses belajar mengajar bisnis, program yang dilakukan
secara formal ini dilakukan secara berkala dan berjenjang. Metode ini dianggap
sebagai metode yang paling baik dalam mempelajari system bisnis dan bisnis itu
sendiri.
2.
Diskusi
Kegiatan
ini bisa dilakukan baik formal maupun non formal, berbagi pengalaman merupakan
bentuk yang baik dalam tukar menukar pikiran dalam memecahkan berbagai masalah
bisnis.
3.
Simulasi
Tial
and error sebagai simulasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam
membentuk pengalaman yang berharga. Simulasi ini penting utamanya bagi
bisnisman pemula, sebelum mereka terjun ke dunia nyata.
Pengertian bisnis
Kegiatan
atau usaha untuk memenuhi kebutuhan manusia, organisasi dan masyarakat luas
akan barang dan jasa serta menghasilkan timbal balik berupa keuntungan baik itu
keuntungan sosial maupun keuntungan keuangan, sering disebut bisnis.
Pengertian tersebut
menjadikan bisnis memiliki dua macam motif kegiatan bisnis, yakni:
1. Profit motif
Kegiatan
usaha yang dilakukan dengan tujuan utama mengahasilkan keuntungan (profit) atas
usaha mereka dengan menukarkan sejumlah barang atau jasa tertentu dengan
sejumlah uang (harga) tertentu. Selisih diantara keduanya yang bersifit positif
disebut profit.
2.
Non profit motif
Kegiatan
usaha yang dilakukan dengan tujuan social (non profit), namun tetap dengan
usaha melakuakn pertukaran barang dan jasa dengan sejumlah motivasi tertentu.
Biasanya kegiatan ini tidak atau belum menghasilkan keuntungan berupa profit,
namun lebih pada non profit.
Jenis bidang bisnis
Bisnis
memiliki bidang usaha yang beraneka ragam, namun pada dasarkan dibedakan
menjadi 4 bagian yaitu:
1.
Bisnis ekstraktif
Bisnis
yang bergerak dalam bidang kegiatan pertambangan atau bisnis yang mengandalkan
sesuatu yang berasal dari perut bumi.
2.
Bisnis Agraris
Bisnis
yang bergerak dalam bidang bercocok tanam seperti pertanian, namun bidang ini
termasuk perikanan, perkebunan, dan peternakan.
3. Bisnis Industri
Bidang
usaha yang bergerak pada sektor industri atau manufaktur baik ringan, menengah,
maupun berat.
4.
Bisnis Jasa
Bisnis
yang bergarak pada bdang usaha yang menghasilkan benda atau produk tak berwujud
(intangible) atau tidak kasat mata,
seperti perbankan, pendidikan, konsultan, pemerintahan.
Utilitas
Pada
setiap kegiatan usaha, pasti didalamnya terdapat penambahan nilai suatu produk.
nilai tambah inilah yang menciptakan keuntungan (profit). Berdasarkan
utilitasnya atau kegunaannya, bisnis dibagi menjadi 4 bagian, yaitu:
1. Kegunaan bentuk (form utility)
Bisnis
yang diciptaka dalam menambah faedah atau nilai suatu barang dengan mengubah
bentuk dari raw material (bahan baku) menjadi barang jadi, misalnya log kayu
menjadi meja, kursi dan lain sebagainya.
2. Kegunaan tempat (place utility)
Bisnis
yang diciptaka dalam menambah faedah atau nilai suatu barang dengan memindahkan
barang atau produk dari suaatu tempat ke tempat yang lain, misalnya menjual
barang dari kota ke desa atau sebaliknya.
3. Kegunaan waktu (time utility)
Bisnis
yang diciptaka dalam menambah faedah atau nilai suatu barang dengan
memanfaatkan waktu sebagai penambahan nilai tambah, misalnya menjual lebih
banyak produksi saat libur panjang, hari raya, dan lain sebagainya.
4.
Kegunaan kepemilikan (posession utility)
Bisnis
yang diciptaka dalam menambah faedah atau nilai suatu barang dengan pemindahan
kepemilikan bagi pembelinya, misalnya pensil tentu memiliki nilai lebih bagi
seorang pelajar dibandingkan dengan tukang becak, stetoskop lebih berfaedah
bagi seorang dokter dibandingkan dengan seorang guru, dan lain sebagainya.
Teori Hierarkhi Kebutuhan Manusia
Proses
penciptaan barang dan jasa pada akhirnya adalah untuk memenuhi kebutuhan
manusia. Menurut Abraham moslow, ada 6 kebutuhan manusia, yaitu:
1.
Aktualisasi diri
2. Harga diri
3. Sosial
4. Rasa aman
5. Fisiologik
Pendekatan bisnis
Setiap
usaha, seorang pebisnis dihadapkan pada dua pendekatan. Pendekatan ini penting
sebagai masukan atas motif ekonomi dalam berusaha atau berniaga. Pendekatan
tersebut adalah:
1. Producer’s oriented approach
Pendekatan
ini dilakukan atas dasar kemampuan perusahaan dalam mengelola bisnisnya.
Perusahan melakukan kegiatan produksi berdasarkan kemampuan dalam pengertian,
apa yang bisa dapat dan mau lakukan akan diproduksi (saller’s market). Tindakan
ini dilakukan karena perusahaan memiliki sumber daya material baik secara
absolut maupun komparatif.
Pendekatan seperti ini akan menciptakan permintaan baru bagi
konsumennya, dan membentuk karakter baru bagi konsumennya.
2. Consumer’s oriented approach
Perusahaan
melakukan kegiatan bisnisnya dengan kemampuannya mengahasilkan barang dan jasa
atas dasar kebutuhan konsumennya atau pasarnya (buyer’s market). Dengan
demikian usaha produksinya tidak semata-mata pada produksi atas bahan baku dan
sumber daya yang dimilikinya, melainkan melakukan produksi atsa dasar
permintaan konsumen, baik produksi pesanan maupun produksi massa.
No comments:
Post a Comment