Friday, October 9, 2020

Manajerial

 Bisnis menjadi salah satu bagian penting dalam peradaban. Pertumbuhan bisnis menjadi penopang pertumbuhan usaha. Keterlibatan manusia dalam bisnis terjadi setiap saat dan setiap waktu, karena segala sesuatu yang menghasilkan ouput atau pun outcame bisa disebut dengan bisnis.

Benerapa hal yang perlu diamati mengapa kita perlu belajar bisnis ?

1.       Karier

Pendapatan yang kita peroleh sehari-hari sebagai pekerja atau bekerja dalam suatu lingkungan bisnis, menjadikan kita seorang yang berkarier di bidang itu. Pembelajaran bisnis menjadi penting dalam mengoptimalisaikan diri saat terjun dalam bidang ini.

2.       Wirausaha

Kegiatan diluar bisnis formal salah satunya adalah wirausaha kecil, bidang ini tampak remeh namun harus diakui bahwa sebagaian besar penduduk Indonesia masih dalam posisi bisnsi wirausaha seperti ini. Bidang kegiatan yang ditekuni lambat laun akan makin besar asalkan ditata dengan baik dan manajerial yang benar. Dimungkinkan menjadi wirausaha yang formal dengan sistem bisnis yang baku dan berdasarkan pada tingkatan undang-undang yang berlaku seperti Perseorangan, firma, CV, dan PT.

Belajar bisnis tidak selalu dimulai dari hulu ataupun hilir, metode pembelajaran banyak dilakukan pada berbagai waktu dan tempat. Berbagai metode pun telah banyak dikembangkan, diantaranya:

1.       Sekolah

Sekolah menjadi ujung tombak proses belajar mengajar bisnis, program yang dilakukan secara formal ini dilakukan secara berkala dan berjenjang. Metode ini dianggap sebagai metode yang paling baik dalam mempelajari system bisnis dan bisnis itu sendiri.

2.       Diskusi


Kegiatan ini bisa dilakukan baik formal maupun non formal, berbagi pengalaman merupakan bentuk yang baik dalam tukar menukar pikiran dalam memecahkan berbagai masalah bisnis.

3.       Simulasi

Tial and error sebagai simulasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam membentuk pengalaman yang berharga. Simulasi ini penting utamanya bagi bisnisman pemula, sebelum mereka terjun ke dunia nyata.


Pengertian bisnis

Kegiatan atau usaha untuk memenuhi kebutuhan manusia, organisasi dan masyarakat luas akan barang dan jasa serta menghasilkan timbal balik berupa keuntungan baik itu keuntungan sosial maupun keuntungan keuangan, sering disebut bisnis.

Pengertian tersebut menjadikan bisnis memiliki dua macam motif kegiatan bisnis, yakni:

1.       Profit motif

Kegiatan usaha yang dilakukan dengan tujuan utama mengahasilkan keuntungan (profit) atas usaha mereka dengan menukarkan sejumlah barang atau jasa tertentu dengan sejumlah uang (harga) tertentu. Selisih diantara keduanya yang bersifit positif disebut profit.

2.       Non profit motif

Kegiatan usaha yang dilakukan dengan tujuan social (non profit), namun tetap dengan usaha melakuakn pertukaran barang dan jasa dengan sejumlah motivasi tertentu. Biasanya kegiatan ini tidak atau belum menghasilkan keuntungan berupa profit, namun lebih pada non profit.


Jenis bidang bisnis

Bisnis memiliki bidang usaha yang beraneka ragam, namun pada dasarkan dibedakan menjadi 4 bagian yaitu:

1.       Bisnis ekstraktif

Bisnis yang bergerak dalam bidang kegiatan pertambangan atau bisnis yang mengandalkan sesuatu yang berasal dari perut bumi.

2.       Bisnis Agraris

Bisnis yang bergerak dalam bidang bercocok tanam seperti pertanian, namun bidang ini termasuk perikanan, perkebunan, dan peternakan.

3.       Bisnis Industri

Bidang usaha yang bergerak pada sektor industri atau manufaktur baik ringan, menengah, maupun berat.

4.       Bisnis Jasa

Bisnis yang bergarak pada bdang usaha yang menghasilkan benda atau produk tak berwujud (intangible) atau tidak kasat mata, seperti perbankan, pendidikan, konsultan, pemerintahan.

Utilitas

Pada setiap kegiatan usaha, pasti didalamnya terdapat penambahan nilai suatu produk. nilai tambah inilah yang menciptakan keuntungan (profit). Berdasarkan utilitasnya atau kegunaannya, bisnis dibagi menjadi 4 bagian, yaitu:

1.       Kegunaan bentuk (form utility)

Bisnis yang diciptaka dalam menambah faedah atau nilai suatu barang dengan mengubah bentuk dari raw material (bahan baku) menjadi barang jadi, misalnya log kayu menjadi meja, kursi dan lain sebagainya.

2.       Kegunaan tempat (place utility)

Bisnis yang diciptaka dalam menambah faedah atau nilai suatu barang dengan memindahkan barang atau produk dari suaatu tempat ke tempat yang lain, misalnya menjual barang dari kota ke desa atau sebaliknya.

3.       Kegunaan waktu (time utility)


Bisnis yang diciptaka dalam menambah faedah atau nilai suatu barang dengan memanfaatkan waktu sebagai penambahan nilai tambah, misalnya menjual lebih banyak produksi saat libur panjang, hari raya, dan lain sebagainya.

4.       Kegunaan kepemilikan (posession utility)

Bisnis yang diciptaka dalam menambah faedah atau nilai suatu barang dengan pemindahan kepemilikan bagi pembelinya, misalnya pensil tentu memiliki nilai lebih bagi seorang pelajar dibandingkan dengan tukang becak, stetoskop lebih berfaedah bagi seorang dokter dibandingkan dengan seorang guru, dan lain sebagainya.

Teori Hierarkhi Kebutuhan Manusia

Proses penciptaan barang dan jasa pada akhirnya adalah untuk memenuhi kebutuhan manusia. Menurut Abraham moslow, ada 6 kebutuhan manusia, yaitu:

1.       Aktualisasi diri

2.       Harga diri

3.       Sosial

4.       Rasa aman

5.       Fisiologik

Pendekatan bisnis

Setiap usaha, seorang pebisnis dihadapkan pada dua pendekatan. Pendekatan ini penting sebagai masukan atas motif ekonomi dalam berusaha atau berniaga. Pendekatan tersebut adalah:

1.     Producer’s oriented approach

Pendekatan ini dilakukan atas dasar kemampuan perusahaan dalam mengelola bisnisnya. Perusahan melakukan kegiatan produksi berdasarkan kemampuan dalam pengertian, apa yang bisa dapat dan mau lakukan akan diproduksi (saller’s market). Tindakan ini dilakukan karena perusahaan memiliki sumber daya material baik secara absolut maupun komparatif.

Pendekatan seperti ini akan menciptakan permintaan baru bagi konsumennya, dan membentuk karakter baru bagi konsumennya.

2.     Consumer’s oriented approach


Perusahaan melakukan kegiatan bisnisnya dengan kemampuannya mengahasilkan barang dan jasa atas dasar kebutuhan konsumennya atau pasarnya (buyer’s market). Dengan demikian usaha produksinya tidak semata-mata pada produksi atas bahan baku dan sumber daya yang dimilikinya, melainkan melakukan produksi atsa dasar permintaan konsumen, baik produksi pesanan maupun produksi massa.

No comments:

Post a Comment

Manajerial

 Bisnis menjadi salah satu bagian penting dalam peradaban. Pertumbuhan bisnis menjadi penopang pertumbuhan usaha. Keterlibatan manusia dalam...