Friday, October 9, 2020

Manajerial

 Bisnis menjadi salah satu bagian penting dalam peradaban. Pertumbuhan bisnis menjadi penopang pertumbuhan usaha. Keterlibatan manusia dalam bisnis terjadi setiap saat dan setiap waktu, karena segala sesuatu yang menghasilkan ouput atau pun outcame bisa disebut dengan bisnis.

Benerapa hal yang perlu diamati mengapa kita perlu belajar bisnis ?

1.       Karier

Pendapatan yang kita peroleh sehari-hari sebagai pekerja atau bekerja dalam suatu lingkungan bisnis, menjadikan kita seorang yang berkarier di bidang itu. Pembelajaran bisnis menjadi penting dalam mengoptimalisaikan diri saat terjun dalam bidang ini.

2.       Wirausaha

Kegiatan diluar bisnis formal salah satunya adalah wirausaha kecil, bidang ini tampak remeh namun harus diakui bahwa sebagaian besar penduduk Indonesia masih dalam posisi bisnsi wirausaha seperti ini. Bidang kegiatan yang ditekuni lambat laun akan makin besar asalkan ditata dengan baik dan manajerial yang benar. Dimungkinkan menjadi wirausaha yang formal dengan sistem bisnis yang baku dan berdasarkan pada tingkatan undang-undang yang berlaku seperti Perseorangan, firma, CV, dan PT.

Belajar bisnis tidak selalu dimulai dari hulu ataupun hilir, metode pembelajaran banyak dilakukan pada berbagai waktu dan tempat. Berbagai metode pun telah banyak dikembangkan, diantaranya:

1.       Sekolah

Sekolah menjadi ujung tombak proses belajar mengajar bisnis, program yang dilakukan secara formal ini dilakukan secara berkala dan berjenjang. Metode ini dianggap sebagai metode yang paling baik dalam mempelajari system bisnis dan bisnis itu sendiri.

2.       Diskusi


Kegiatan ini bisa dilakukan baik formal maupun non formal, berbagi pengalaman merupakan bentuk yang baik dalam tukar menukar pikiran dalam memecahkan berbagai masalah bisnis.

3.       Simulasi

Tial and error sebagai simulasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam membentuk pengalaman yang berharga. Simulasi ini penting utamanya bagi bisnisman pemula, sebelum mereka terjun ke dunia nyata.


Pengertian bisnis

Kegiatan atau usaha untuk memenuhi kebutuhan manusia, organisasi dan masyarakat luas akan barang dan jasa serta menghasilkan timbal balik berupa keuntungan baik itu keuntungan sosial maupun keuntungan keuangan, sering disebut bisnis.

Pengertian tersebut menjadikan bisnis memiliki dua macam motif kegiatan bisnis, yakni:

1.       Profit motif

Kegiatan usaha yang dilakukan dengan tujuan utama mengahasilkan keuntungan (profit) atas usaha mereka dengan menukarkan sejumlah barang atau jasa tertentu dengan sejumlah uang (harga) tertentu. Selisih diantara keduanya yang bersifit positif disebut profit.

2.       Non profit motif

Kegiatan usaha yang dilakukan dengan tujuan social (non profit), namun tetap dengan usaha melakuakn pertukaran barang dan jasa dengan sejumlah motivasi tertentu. Biasanya kegiatan ini tidak atau belum menghasilkan keuntungan berupa profit, namun lebih pada non profit.


Jenis bidang bisnis

Bisnis memiliki bidang usaha yang beraneka ragam, namun pada dasarkan dibedakan menjadi 4 bagian yaitu:

1.       Bisnis ekstraktif

Bisnis yang bergerak dalam bidang kegiatan pertambangan atau bisnis yang mengandalkan sesuatu yang berasal dari perut bumi.

2.       Bisnis Agraris

Bisnis yang bergerak dalam bidang bercocok tanam seperti pertanian, namun bidang ini termasuk perikanan, perkebunan, dan peternakan.

3.       Bisnis Industri

Bidang usaha yang bergerak pada sektor industri atau manufaktur baik ringan, menengah, maupun berat.

4.       Bisnis Jasa

Bisnis yang bergarak pada bdang usaha yang menghasilkan benda atau produk tak berwujud (intangible) atau tidak kasat mata, seperti perbankan, pendidikan, konsultan, pemerintahan.

Utilitas

Pada setiap kegiatan usaha, pasti didalamnya terdapat penambahan nilai suatu produk. nilai tambah inilah yang menciptakan keuntungan (profit). Berdasarkan utilitasnya atau kegunaannya, bisnis dibagi menjadi 4 bagian, yaitu:

1.       Kegunaan bentuk (form utility)

Bisnis yang diciptaka dalam menambah faedah atau nilai suatu barang dengan mengubah bentuk dari raw material (bahan baku) menjadi barang jadi, misalnya log kayu menjadi meja, kursi dan lain sebagainya.

2.       Kegunaan tempat (place utility)

Bisnis yang diciptaka dalam menambah faedah atau nilai suatu barang dengan memindahkan barang atau produk dari suaatu tempat ke tempat yang lain, misalnya menjual barang dari kota ke desa atau sebaliknya.

3.       Kegunaan waktu (time utility)


Bisnis yang diciptaka dalam menambah faedah atau nilai suatu barang dengan memanfaatkan waktu sebagai penambahan nilai tambah, misalnya menjual lebih banyak produksi saat libur panjang, hari raya, dan lain sebagainya.

4.       Kegunaan kepemilikan (posession utility)

Bisnis yang diciptaka dalam menambah faedah atau nilai suatu barang dengan pemindahan kepemilikan bagi pembelinya, misalnya pensil tentu memiliki nilai lebih bagi seorang pelajar dibandingkan dengan tukang becak, stetoskop lebih berfaedah bagi seorang dokter dibandingkan dengan seorang guru, dan lain sebagainya.

Teori Hierarkhi Kebutuhan Manusia

Proses penciptaan barang dan jasa pada akhirnya adalah untuk memenuhi kebutuhan manusia. Menurut Abraham moslow, ada 6 kebutuhan manusia, yaitu:

1.       Aktualisasi diri

2.       Harga diri

3.       Sosial

4.       Rasa aman

5.       Fisiologik

Pendekatan bisnis

Setiap usaha, seorang pebisnis dihadapkan pada dua pendekatan. Pendekatan ini penting sebagai masukan atas motif ekonomi dalam berusaha atau berniaga. Pendekatan tersebut adalah:

1.     Producer’s oriented approach

Pendekatan ini dilakukan atas dasar kemampuan perusahaan dalam mengelola bisnisnya. Perusahan melakukan kegiatan produksi berdasarkan kemampuan dalam pengertian, apa yang bisa dapat dan mau lakukan akan diproduksi (saller’s market). Tindakan ini dilakukan karena perusahaan memiliki sumber daya material baik secara absolut maupun komparatif.

Pendekatan seperti ini akan menciptakan permintaan baru bagi konsumennya, dan membentuk karakter baru bagi konsumennya.

2.     Consumer’s oriented approach


Perusahaan melakukan kegiatan bisnisnya dengan kemampuannya mengahasilkan barang dan jasa atas dasar kebutuhan konsumennya atau pasarnya (buyer’s market). Dengan demikian usaha produksinya tidak semata-mata pada produksi atas bahan baku dan sumber daya yang dimilikinya, melainkan melakukan produksi atsa dasar permintaan konsumen, baik produksi pesanan maupun produksi massa.

TUGAS 1 PENGANTAR BISNIS

 

1. Apa pentingnya visi dan misi bagi sebuah perusahaan ? visi misi sebuah perusahaan bagaikan north star (panduan untuk arah tujuan), dalam setiap keputusan yang diambil harus berlandaskan visi misi, jadi ketika sebuah perusahaan menghadapi kendala atau permasalahan visi misi bisa menjadi petunjuk perusahaan. Sebaliknya jika tidakm memiliki visi dan misi atau hanya sebagai slogan maka siap-siap perusahaan akan mudah goyah jika terjadi badai, karena tidak ada arah tujuan yang jelas.

2. Jika sebuah perusahaan tidak punya visi dan misi apa kemungkinan yang terjadi ?

Kemungkinan yang akan terjadi adalah perusahaan akan mudah goyah atau bahkan runtuh, karena tidak ada acuan atau arah dan tujuan yang jelas, mau dibawa kemana perusahaan ini.

3. Bolehkah sebuah perusahaan tidak memiliki visi dan misi ? jelaskan. Bisa saja sih tanpa visi dan misi, tapi hasilnya tidak akan signifikan seperti perusahaan yang memiliki visi misi yang jelas dan benar-benar diterapkan.

4. Bagaimana indikator visi dan misi yang baik bagi perusahaan ?

Indikatornya adanya perubahan atau peningkatan yang positif. 

5. sejak kapan visi dan misi itu ditetapkan oleh perusahaan ? sejak awal didirikan.

Manajerial

1.       Mengapa kita selayaknya jadi Pebisnis ? Krena dengan menjadi pebisnis, kita bisa memanage, menjadi pribadi yang disiplin dan bisa merencanakan segala sesuatu dengan baik, sehingga bisa kita tularkan ke karyawan.

2.       Apa pentingnya jadi pebisnis ? sangat penting, kalau bukan kita warga Indonesia yang menjadi pebisnis mau jadi apakah Indonesia ini? Akankah kita selamanya menjadi buruh dan pesuruh dinegara kita sendiri? Tentu tidak.

3.       Apa bedanya Pebisnis & wirausaha ? mungkin bedanya dari style, cara berfikir. Jika pebisnis style nya rapid an lebih ke model kantoran sedangkan wirausaha lebih sedikit santai dalam style. Dan jika pebisnis lebih detail dalam perencanaan dengan asumsi jangan sampai mengalami kerugian yang banyak atau buat zero mistake. Jika wirausaha jiwa nya pemberani dan nekat :D

4.       Mengapa kita perlu makna “nilai” pada bisnis kita ? perlu, dengan adanya “nilai” atau velue akan menjadikan usaha yang kita jalankan semakin dipercaya oleh konsumen.

VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN PERUSAHAAN

A.       Pengertian Visi dan Misi

Sebuah usaha tanpa visi dan misi tak ubahnya berjalan tanpa tujuan dan peta. Kita tidak tahu kemana akan melangkah. Setelah kita mengetahui tujuan perjalanan kita, hal yang kita butuhkan berikutnya adalah peta. Arah ini tidak ubahnya adalah visi. Dengan adanya arah yang jelas hendak kemana, kita akan mampu tiba di tempat tujuan. Sedangkan Peta Adalah gambaran bagaimana kita mencapai tujuan itu, atau “misi”.

Pandangan atau wawasan ke depan menganai hal-hal yang ingin dicapai oleh suatu organisasi usaha.

             ·     Kemampuan untuk melihat pada inti persoalan.

             ·     Pandangan atau wawasan ke depan.

·     Kemampuan untuk merasakan sesuatu yang tidak tampak melalui kehalusan jiwa dan ketajaman penglihatan.

             ·     Apa yang tampak dalam khayalan.

             ·     Penglihatan dan Pengamatan.

 

Dalam visi organisasi tersebut, kita mampu melihat gambaran masa depan yang akan dipilih dan diwujudkan oleh suatu Usaha. Bila sebuah usaha dibina dengan baik, maka usaha itu dapat tumbuh dan berkembang seperti yang diinginkan.Namun sebelum itu,seorang wirausaha harus mampu menata visi mengenai apa yang dia emban dalam membuka dan membangun usaha. Sebuah visi perlu dirumuskan. Rumusan itu antara lain bertujuan untuk:

1.           Mencerminkan cita-cita yang akan dicapai,

2.           Memiliki Orientasi masa depan perusahaan,

3.           Menimbulkan komitmen tinggi dari seluruh jajaran dan lingkungan perusahaan,

4.           Memberikan arah dan focus strategi perusahaan yang jelas, Dan

5.           Menjaga kesinambungan kepemimpinan perusahaan.

 

Visi adalah pendangan jauh ke depan/ arah ke mana usaha ini akan melangkah.

Misi adalah kegiatan untuk mencapai sasaran/ target yang dilakukan untuk mewujudkan visi dan mencapai tujuan.

Dalam buku Entrepreneurship,karangan Peggy Lambing dan Charles R Kuehl, misi dijabarkan lebih lengkap lagi yaitu:

Yaitu pernyataan ringkas dan jelas yang berisi penjelasan mengenai tujuan bisnis dan fisolofi yang dijalankan manajemen.Menurut para ahli, pernyataan misi sebaiknya tak lebih dari 50 kata. Agar wirausaha semakin focus”


·     Visi dan Misi pribadi

Visi dan misi sebuah organisasi usaha umumnya terkait erat dengan filsafat dan pandangan hidup sang wirausaha. Sehubungan dengan itu, seorang wirausahawan harus dapat merumuskan beberapa hal sebelum mampu memaparkan visi dan misi dengan utuh. Untuk merumuskan ini, Stephen R. Covey memiliki metode menarik. Ia meminta kita membayangkan hari kematian kita. Pada hari itu, semua orang berkumpul. Mereka masing- masing diberi giliran untuk mengenang kita. Pernyataan visi dan misi pribadi harus di fokuskan pada tiga hal, yakni gambaran manusia yang kau inginkan (karakter), cita-cita (kontribusi dan keberhasilan) serta nilai hidupmu. Visi pribadi menggambarkan lebih spesifik bagaimana kita akan menjalankan hidup. Menggunakan visi pribadi, kita bisa menciptakan tujuan-tujuan yang lebih jelas pada hidup kita. Hal ini berlanjut di tingkat oranisasi usaha. Karena usaha memerlukan bantuan banyak pihak, sebuah misi yang baik adalah misi yang merupakan gabungan dan kolaborasi seluruh anggota.

Setiap pribadi yang terlibat dalam usaha harus memiliki bagian dari misi itu. Tidak hanya para pengambil keputusan, tetapi semua orang, termasuk satpam , penyapu, pembersih jendela, dsb. Setiap usaha akan jauh lebih kuat dan stabil apabila memiliki orang-orang dengan visi dan serupa, hal ini akan mengembangkan komitmen yang jauh lebih besar dari pada jika hanya kata-kata belaka. Dalam membangun visi dan misi perusahaaan yang kokoh, pertama dibutuhkan visi dan misi pribadi dari tiap karyawan. Dari sinilah, akan dilahirkan komitmen Tanpa adanya keterlibatan, tidak ada komitmen.

 

·     Visi dan Misi organisasi usaha

Visi dan misi organisasi yang baik berawal dari pribadi tiap individu. Akan lebih mudah mengikuti visi dan misi yang dibangun bersama karena adanya rasa memiliki yang tinggi.


Ø Membangun visi dan organisasi usaha

Visi organisasi usaha tidak hanya rangkaian kata indah. Visi organisasi memiliki mana lebih jauh dari itu, yakni sebagai pandangan yang dimiliki seluruh anggota organisasi usaha. Untuk menentukan visi organisasi, wirausaha harus memiliki visi pribadi. Ia harus memiliki gambaran kemana ia melangkah, sebelum ia bisa mengarahkan anak buahnya. “Seorang pemimpin memiliki visi dan keyakinan bahwa sebuah mimpi dapat dicapai. Ia menjiwai kepemimpian dan bergairah menutasannya” Ralph Lauren “pengusaha dan perancang baju”

Untuk merumuskan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan visi suatu organisasi kita bisa menggunakan analisis SWOT (strength, weakness, opportuny dan threats), yakni menganalisi kekuatan dan kelemahan kita. Hal ini bisa dilakukan misalkan dengan menganalisis hal berikut.

a)           Kekuatan orgaisasi usaha

Kelebihan apa yang dimiliki oleh organisasi usaha yang dijalankan. Kita harus mampu mendeskripskan dengan detail penawaran yang dilakukan, misalkan:


*  Jenis produk:

Produk yang kita tawarkan bagaimana bentuk, ukuran, bahan, warna, berat, kegunaan, bungkus luar, dsb kita haru mengetahui apa keunggulannya

*  Pelayanan:

Apa dan bagaimana pelayan apa yang diberikan, antar ke rumah, pelayanan personal, garansi uang embali, dijamintepat waktu, dsb.

*  Hal-hal lain:

Apa keunggulan yang lain: harga yang lebih murah, letak usaha dekat pasar, dsb.

b)          Peluang organisasi usaha

Bagaimana peluang yang dimiliki suatu organisasi usaha, baik secara internal maupun eksternal:

1             Umumnya bisnis yang masih kecil bisa menawarkan harga yang lebih murah. Hal ini dikarenakan mereka bisa menyewa tenaga kerja tanpa ketentuan UMP atau banyaknya ongkos yang bisa dipangkas. Harga murah bisa menjadi peluang yang menarik yang bisa ditawarkan dan perlu dipertimbangkan.

2             Apakah perbedaan produk dengan produk lain yang sudah ada? Peluang umumnya baik jika wirausaha bisa membuat diferensiasi produk (memberi ciri khas sebuah produk, missal dari bentuk bungkus, servis dll.)

c)           Hambatan yang mungkin timbul.

Dalam membuat usaha baru, perlu diperhatikan pula hambatan yang bisa timbul. Hambatan ini penting diperhatikan dalam membuat visi dan misi semakin kuat. Hal- hal yang perlu di perhatikan antara lain:

-                               Bagaimana keberadaan pesaing lain.

Seorang wirausahawan baru wajib memiliki ide-ide yang menarik untuk menghadapi pesaing lain.

-                               Perilaku dan kebiasaan konsumen.

Konsumen umumnya memiliki kebiasaan untuk mengunjungi usaha yang sudah lama berdiri. Hal ini dapat berubah apabila seorang wirausahawan memutuskan memiliki kualitas yang lebih baik dari pesaingnya.

d)          Kesiapsiagaan dalam mencapai sasaran.

Untuk membuat usaha, harus diperhatikan hal-hal yang bisa mengganggu perjalanan. Hal ini bisa berhubungan dengan factor eksternal maupun factor internal. Factor internal berhubungan dengan konflik antara anak buah atau pihak-pihak terkait maupun konflik dari pihak luar seperti penyedia bahan maupun konsumen.

e)           Hubungan baik moral maupun materi dari pihak-pihak yang bisa membantu Dukungan atau koneksi dari segala pihak penting dalam merencanakan usaha. Karenanya kita harus mampu menjaga hubungan baik dengan semua pihak.


Jika sudah berhasil merumuskan kekuatan dan kelebihan usaha, coba rangkum hingga ringkas. Visi yang ringkas tapi bermakna akan lebih mudah dipahami baik orang-orang dari dalam usaha maupun masyarakat luas. Secara singkat, criteria membuat visi haruslah.

-           Singkat dan mudah dipahami.

-           Bermakna dan berwawasan luas.

-           Merupakan prinsip atau pandangan hidup bagi si wirausaha maupun karyawannya.

-           Menarik untuk dibaca, dilihat, dan didengar.

 

B.        Pengertian Tujuan Perusahaan

Tujuan perusahaan merupakan penjabaran dari visi dan misi perusahaan. Tujuan perusahaan berisi sesuatu yang akan dicapai/dihasilkan oleh perusahaan yang bersangkutan. Tujuan perusahaan adalah target yang bersifat kuantitatif dan pencapaian target tersebut merupakan ukuran keberhasilan kinerja perusahaan. Tujuan perusahaan pada dasarnya berjangka panjang dengan tugas yang harus diselesaikan selama waktu itu dan akan mengarahkan kinerja perusahaan. Tujuan perusahaan yang tidak realistis, sangat sulit dicapai atau bahkan mungkin tidak dapat dicapai. Adapun penetapan tujuan perusahaan adalah :

a.     Untuk mencapai keberhasilan usaha.

b.     Mengatur dan membentuk kerja sama dengan perusahaan lainnya.

c.     Untuk melakukan merger dengan masyarakat lain.

d.     Mengundang orang-orang yang mempunyai keahlian untuk bekerja sama.

e.     Menjamin adanya fokus tujuan dari berbagai persoalan yang ada di dalam perusahaan. Seorang wirausaha di dalam kegiatan usahanya harus dapat mewujudkan tujuan perusahaan sedikit demi sedikit dan tetap fokus pada pencapaian tujuan utama perusahaan.

 

C.       Sasaran Perusahaan

Tujuan utama perusahaan dirinci atau dipecahkan menjadi tujuan yang lebih kecil yang disebut sasaran. Jadi, sasaran perusahaan adalah penjabaran dari tujuan perusahaan, yaitu sesuatu yang akan dihasilkan oleh perusahaan dalam jangka waktu tertentu. Agar sasaran dapat dicapai dengan efektif dan efisien, maka sarana perusahaan harus dibuat secara spesifik, terukur, jelas kriterianya, dan disertai indikator yang lebih rinci. Untuk memudahkan dalam menentukan sasaran usaha, sebaiknya perusahaan memiliki hal-hal berikut :

                a)  Sumber daya manusia

        Perusahaan harus menentukan apakah pengetahuan dan keterampilan wirausahawan akan                     ditingkatkan sesuai dengan tuntutan zaman atau tidak.

                b)  Sumber daya keuangan

            Perusahaan harus dapat menentukan hal berikut :

·     Besarnya tingkat efisien mana yang akan dicapai.

·     Berapa margin bersih yang dinginkan.

·     Berapakah besarnya laba yang diharapkan.

·     Berapa dana yang dibutuhkan untuk investasi.

                c)                Kemampuan menghasilkan laba

            Laba bersih yang akan dicapai hendaknya bisa meningkatmelebihi indeks biaya hidup. Jika tidak             demikian, maka wirausahawan akan ketinggalan dalam usahanya.

                d)    Kedudukan pasar

Wirausahawan harus bisa menentukan apakah perusahaannya mempunyai kedudukan di pasarnya sebagai penguasa pasar atau sebagai pengikut pasarnya saja.

                e)    Sarana kerja

        Sarana kerja yang dimiliki dan telah digunakan dalam waktu lama akan diganti atau diperbaiki.

                f)   Pengembangan usaha

Seorang wirausahawan yang mengelola usahanya perlu meningkatkan penjualan, laba, aset, unit usaha, dan organisasi kerja

                g  )  Tanggung jawab

        Wirausahawan harus mampu menjawab apakah usahanya semata-mata mencari keuntungan atau         mempunyai tanggung jawab terhadap lingkungan. Sehingga, ia diterima oleh masyarakat sekitar.

 

Ø  Misi Organisasi Usaha

Kegiatan yang dilakukan untuk mewujudkan visi, misi memiliki sasaran-sasaran yang memiliki jangka waktu yang lebih pendek ketimbang visi yang jauh kedepan.

Menurut Philip kotler, dibentuk oleh lima elemen:

    Sejarah tentang sasaran, kebijakan, dan keberhasilan

    Pilihan pemilik dan manajemen

     Lingkungan pasar yang mempengaruhi

    Sumber daya organisasi menentukan misi mana yang mungkin dijalankan

    Misi harus focus pada ciri kompetensinya

 

Sasaran-sasaran pada misi organisasi umumnya bersifat pada tataran departemen atau bagian. Kesatuan dan kinerja bersama antarbagian itu menyatu menjadi misi. Bagian yang perlu diperhatikan antara lain sebagi berikut:

    Sasaran yang ingin dicapai bagian pemasaran

    Sasaran yang ingin dicapai bagian operasi atau produksi

    Sasaran yang ingin dicapai SDM atau personalia

    Sasaran yang ingin dicapai bagian penelitian dan pengembangan

    Sasaran yang ingin dicapai bagian keuangan

Misi harus sesuai dengan visi yang terlebih dahulu sudah dibentuk. Misalkan visi sebuah perusahaan adalah “Kepuasan pelanggan adalah idola kami”. Maka pemasaran bisa memiliki misi untuk memberikan penawaran kepada pelanggan dengan pelayanan prima dan menjaga agar para konsumen selalu puas. Misalkan dengan memiliki layanan pengaduan, asuransi produk, dan lain sebagainya.

Sasaran yang harus dimiliki bagian operasional dan produksi missal menciptakan barang yang berkualitas tinggi sesuai selera konsumen. Barang itu missal harus nyaman dipegang dan tidak berbahaya bagi anak-anak. Produk juga bisa jadi ramah lingkungan, sesuai visi usaha yang mengidolakan kepuasan bagi pelanggan.

Bagian sumber daya manusia harus mampu menemukan pegawai yang berkualitas.Bagian penelitian dan pengembangan akan terus mengembangkan produk dan system yang kian hari bertambah baik sesuai selera pelanggan sasaran. Bagian keuangan selalu berupaya meningkatkan kinerja keuangan, baik peningkatan profitabilitas, menjaga likuiditas dan solvabilitas, pertumbuhan usaha serta nilai perusahaan agar kontinuitas usaha tetap terjamin.

Manajerial

 Bisnis menjadi salah satu bagian penting dalam peradaban. Pertumbuhan bisnis menjadi penopang pertumbuhan usaha. Keterlibatan manusia dalam...